cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Artikel Buletin An-Nur :

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita
Rabu, 07 April 04

Ada seorang wanita shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, namanya Ummu Humaid ingin mengikuti shalat bersama Rasul Shalallaahu alaihi wasalam di masjid Nabi, maka Rasulullah memberikan jawaban yang begitu indah dan berkesan, yang artinya,
“Sungguh aku tahu, bahwa engkau senang shalat bersamaku, padahal shalatmu di dalam kamar lebih baik dari pada shalatmu di rumah, dan shalatmu di dalam rumah lebih baik dari pada shalatmu di masjid kampungmu, dan shalatmu di masjid kampung lebih baik daripada shalatmu di masjidku ini.” (HR. Ibnu Khuzaimah, di dalam shahihnya).

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Hadits di atas barangkali memiliki korelasi yang erat dengan hadits lain riwayat Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah, dari Ibnu Mas’ud Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Sesungguhnya wanita adalah aurat, apabila dia keluar, maka syetan menghiasnya. Dan sedekat-dekatnya seorang wanita kepada Tuhannya adalah tatkala ia berada di bagian paling tersembunyi di rumahnya.”

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Berdasarkan dua hadits di atas dapat diambil pengertian, bahwa pada dasarnya kondisi paling utama seorang wanita adalah tatkala berada di tempat yang paling tersembunyi, termasuk ketika melakukan shalat. Apabila seorang wanita ingin shalat berjama’ah -termasuk tarawih-, maka hendaknya memilih tempat tersendiri khusus untuk para wanita. Kalau mengharuskan shalat di masjid yang biasa digunakan shalat oleh kaum pria, maka hendaknya memperhatikan adab-adab dan aturan ketika menuju ke sana. Karena tidak selayaknya seseorang ingin mencari pahala, namun dalam waktu bersamaan melakukan perbuatan yang dimurkai oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Di antara adab-adab yang perlu diperhatikan oleh seorang wanita ketika akan mendatangi masjid (khusus-nya shalat tarawih) adalah sebagai berikut:

1. Ikhlas

Hendaknya ketika berangkat ke masjid benar-benar ikhlas karena Allah. Bukan karena ingin bertemu dengan para wanita atau ibu-ibu yang lain, bukan karena ingin mendengarkan bacaan Imam, atau karena ikut-ikutan temannya. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah Subhannahu wa Ta’ala, (lihat di dalam surat al-Bayyinah ayat 5).
Dan juga sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang artinya,
“Barang siapa mendatangi masjid untuk tujuan tertentu, maka itulah yang menjadi bagiannya.” (HR. Abu Daud)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

2. Meminta Izin

Seorang wanita yang akan pergi ke masjid seharusnya meminta izin kepada ayah atau suaminya, berdasarkan hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu dia berkata, telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, artinya:
“Janganlah kalian melarang wanita untuk mendatangi masjid, bila mereka minta izin kepada kalian.” (Shahih Muslim)

Di dalam riwayat yang Muslim yang lain disebutkan,
“Apabila istri kalian meminta izin untuk pergi ke masjid, maka berilah mereka izin.”
Jika telah mendapatkan izin, silakan ke masjid, namun jika tidak diizinkan janganlah berangkat, karena taat terhadap suami lebih didahulukan daripada ibadah sunnah, demikian pula seorang putri jika tidak diizinkan ayahnya.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Selayaknya seorang suami jangan melarang istrinya pergi ke masjid, bila telah meminta izin dengan baik-baik, kecuali jika ada kondisi yang tidak mengizinkan, seperti bahaya atau gangguan di jalanan. Namun para wanita juga harus menyadari, bahwa shalat mereka di rumah adalah lebih utama, dan juga keluarnya mereka ke tempat umum justru terkadang menimbulkan fitnah atau dosa.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

3. Berhijab/Menutup Aurat

Jangan sampai pergi ke masjid dalam kondisi tabarruj, yakni berdan dan seronok, sengaja memancing perhatian, berpakaian ketat serta menampakkan perhiasan atau auratnya, sebab sekali lagi harus diingat, bahwa jika wanita keluar rumah, maka syetan menghiasnya, sehingga kelihatan menggoda dan menarik. Tabarruj adalah salah satu sifat wanita-wanita jahiliyyah yang tercela sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta’ala , yang artinya:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu bertabarruj (berhias dan bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS al-Ahzab: 33)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Syarat-syarat hijab adalah:

Menutup seluruh tubuh
Tidak membentuk lekuk tubuh
Tidak pendek atau ketat
Tidak transparan
Bukan pakaian mewah untuk pamer
Tidak mengikuti mode wanita kafir
Tidak menyerupai pakaian laki laki dan
Tidak bercorak menyolok atau bergambar makhluk hidup.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

4. Tidak Memakai Parfum

Parfum merupakan salah satu penyebab fitnah dan kerusakan, bila salah dalam mempergunakannya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah melarang wanita yang menggunakan minyak wangi untuk menghadiri shalat Isya’, sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim. Bukan sekedar itu saja, bahkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan peringatan lebih keras lagi dalam hal ini, sebagaimana sabda beliau Shalallaahu alaihi wasalam,
“Wanita mana saja yang menggunakan parfum lalu keluar ke masjid, maka shalatnya tidak di terima sebelum dia mandi.” (HR. Al-Baihaqi).

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Jika pergi ke masjid untuk ber-ibadah tidak boleh menggunakan parfum, maka apalagi jika perginya adalah ke tempat-tempat umum selain masjid, tentu lebih tidak boleh lagi!

Berdandan, menampakkan kecantikan dan menggunakan parfum untuk dipamerkan kepada laki-laki lain adalah kebiasaan para pelacur. Maka seorang wanita muslimah yang terhormat tidak boleh meniru-niru tingkah mereka, karena sangat beresiko dan dapat menjerumuskannya ke dalam maksiat.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

5. Tidak Berkhalwat

Yakni tidak boleh jalan berduaan dengan laki-laki lain (bukan mahram) baik itu berjalan kaki maupun berduaan di dalam mobil, entah itu teman, tetangga atau sopir pribadi sekalipun. Berdasarkan kepada hadits nabi Shalallaahu alaihi wasalam,
“Jangan sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, kecuali wanita tersebut disertai mahramnya.” (HR. Muslim dari Ibnu Abbas)

Di dalam riwayat lain disebutkan, bahwa jika seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, maka pihak ke tiganya adalah syetan.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

6. Merendahkan Suara

Secara umum bukan hanya wanita saja yang diperintahkan untuk meren-dahkan suara dan tidak mengeraskannya, apalagi di dalam masjid. Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya:
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguh-nya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. 31:19)

Dan bagi wanita, masalah ini lebih ditekankan lagi, sehingga wanita apabila mengingatkan imam yang lupa atau salah cukup dengan menepukkan telapak tangan kanan ke punggung tangan kiri, bukan bertasbih (mengucap subhanallah).

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Hendaknya wanita menjaga suaranya di hadapan kaum laki-laki, karena tidak seluruh laki-laki hatinya sehat, di antara mereka ada yang hatinya sakit, dalam arti mudah tergoda dengan suara wanita.

Pembicaraan seorang wanita hanya dibolehkan di dalam hal-hal yang memang mengharuskan, seperti jual beli, memberikan persaksian, menjawab salam dan semisalnya. Ini pun harus diperhatikan, agar jangan sampai melembutkan suara, atau sengaja dibuat-buat supaya menarik. Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya:
[“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa.Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (QS. 33:32)

Jika wanita-wanita suci semisal istri Nabi masih diperintahkan untuk demikian, maka selayaknya para muslimah juga mencontoh mereka.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

7. Menundukkan Pandangan

Para wanita hendaknya menundukkan pandangan dari laki-laki lain yang bukan mahram sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka.” (QS. An-Nuur: 31)

Pandangan mata, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim adalah cerminan hati, jika seorang hamba dapat menundukkan pandangannya, maka ia akan dapat menundukkan syahwat dan segala kemauannya. Sebaliknya jika pandangan dibiarkan dengan bebas dan leluasa, maka syahwat akan menguasai-nya.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Jarirz pernah bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tetang pandangan yang tidak di sengaja, maka beliau menjawab, “Palingkanlah pandanganmu.” (HR Ahmad)
Dari Buraidah Radhiallaahu anhu, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah berkata kepada Ali Radhiallaahu anhu, “Wahai Ali jangan kau susul pandangan (pertama) dengan pandangan yang lain, karena untukmu han ya yang pertama, dan selebihnya bukan buatmu.” (HR. Ibnu Abdul Barr)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

8. Hindari Ikhtilath

Jangan sampai terjadi ikhtilath (campur baur) laki-laki dan perempuan, baik ketika di jalan, ketika masuk masjid maupun ketika bubar dari masjid.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan al-Baihaqi, dengan sanad hasan dari Hamzah bin Usaid dari ayahnya, bahwa dia mendengar Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda sedang beliau berada di luar masjid, dan kaum pria saat itu bercampur dengan kaum wanita di jalan, maka beliau pun bersabda kepada para wanita,
“Menepilah kalian, sesungguhnya kalian tidak ada hak di tengah jalan, hendaklah kalian semua berjalaan di tepian.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi). Maka seketika itu para wanita menepi ke tembok.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

9. Tidak Menelantarkan Anak-anak

Termasuk tanggung jawab terbesar seorang wanita (ibu) adalah mendidik dan mengawasi anak, dan kelak dia akan ditanya oleh Allah tentang tanggung jawab ini.

Apabila kepergian seorang wanita ke masjid dengan menelantarkan anak-anak, seperti menyerahkan kepada pembantu yang kurang baik akhlaknya, atau menjadikan anak pergi leluasa bergaul dengan teman-teman yang buruk, maka hal itu tidak dibenarkan. Karena mencegah sesuatu yang buruk (terlan-tarnya anak) lebih di dahulukan daripada mencari manfaat (tarawih di masjid).

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

10. Menjaga Adab di Masjid

Masjid adalah rumah Allah dan tempat yang sangat mulia, ketika seseorang akan memasukinya, maka harus memperhatikan dan manjaga adab-adab ketika berada di dalamnya. Di antara yang perlu diperhatikan adalah:

Menjaga kebersihan dan jangan sampai membuang kotoran di dalam masjid
Tidak mendatangi masjid ketika habis makan bawang (jengkol, petai dan semisalnya)
Tidak meludah di masjid, jika terpaksa hendaknya meludah di tissu, sapu tangan atau pakaian, dan jangan meludah ke arah kiblat.
Mengawasi anak-anak agar jangan merobek atau melempar-lempar mushhaf
Jangan memasukkan gambar-gambar makhluk bernyawa ke dalam masjid, baik berupa motif baju anak, mainan, majalah dan lain-lain.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

Diringkas dari: “Al-Muntaqa min Adab Shalat at-Tarawih Linnisaa”, Husain bin Ali asy Syaqrawi, kata sambutan dan koreksi Syaikh Abdullah Ibnu Jibrin.
( Senin, 03112003M / 08 Ramadhan 1424H )

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Artikel Buletin An-Nur :

Masalah Gerakan Dalam Shalat Dan Sutrah
Rabu, 07 April 04

Dua permasalahan yang akan kita bahas pada edisi ini, kami kira amat penting untuk diangkat dan diketahui oleh kaum muslimin, karena sering terjadi dan merek alami.

Permasalahan pertama tentang gerakan di dalam shalat, dan permasalahan ke dua, tentang ‘sutrah’ yang terka-dang sering dilalaikan oleh banyak orang, baik karena sudah tahu atau belum tahu. Untuk lebih lengkapnya, silahkan anda lanjutkan pembahasan berikut ini.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

I. Masalah Gerakan Dalam Shalat

Pengertian

Yang dimaksud di sini, bukan gerakan-gerakan yang sudah ada pada shalat dan memang diperintahkan, dari satu gerakan ke gerakan yang lain, seperti dari berdiri, lalu ruku’ kemudian sujud, menggerakkan jari (terlepas dari perbedaan pendapat tentangnya), dan seterusnya.

Tetapi, yang dimaksud adalah gerakan di luar itu, baik dilaku-kan karena ada keperluannya dan darurat atau pun tidak.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Hukumnya

Hukum asal gerakan di dalam shalat adalah makruh kecuali ada keperluan/hajat untuk itu atau karena kondisi darurat. Gerakan ini dapat dibagi menjadi 5 jenis, sebagai berikut:

1. Gerakan Yang Diwajibkan

Yaitu gerakan yang terkait dengan keabsahan shalat dan sangat berpenga-ruh sekali terhadapnya.
Contoh, bila seseorang merasakan ada najis pada ghutrah (sorban yang diikatkan di kepala), kopiah atau lainnya yang ada di kepalanya misalnya, maka ketika itu dia wajib bergerak untuk menghilangkan najis tersebut dengan mencopot ghutrah atau kopiahnya. Atau bila seseorang memberitahukan orang yang sedang shalat, bahwa dia salah menghadap kiblat, maka ketika itu dia wajib bergerak ke arah kiblat.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Dalil:

Ketika Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam didatangi oleh Malaikat Jibril saat beliau sedang shalat mengimami manusia, lalu diberitahu perihal adanya kotoran (najis) di kedua sandalnya, beliau langsung mencopot-nya saat masih dalam keadaan shalat tersebut, sembari melanjutkannya hingga selesai. (HR. Abu Dawud).

Pada suatu ketika, saat orang- orang sedang melaksanakan shalat shubuh di Masjid Quba’, tiba-tiba datang seorang utusan yang berteriak kepada mereka, “Sesungguhnya al-Qur’an telah diturunkan kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pada malam ini dan beliau diperintahkan agar menghadap ke arah kiblat (ka’bah). Oleh karena itu, menghadaplah kalian ke sana!”. Lalu dalam keadaan shalat tersebut, mereka beralih posisi dari arah sebelumnya untuk menghadap ke arah Ka’bah.” (Muttafaqun ‘alaih)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

2. Gerakan Yang Diharamkan

Yaitu gerakan yang banyak dan berturut-turut tanpa ada keperluan untuk hal itu atau dalam kondisi darurat, sebab gerakan seperti ini akan membatalkan shalat. Sesuatu yang membatalkan shalat, tidak boleh dilakukan sebab, ini termasuk kategori ‘menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan’.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

3. Gerakan Yang Dianjurkan

Yaitu setiap gerakan yang dianjur-kan melakukannya di dalam shalat bahkan menjadi penyempurnanya.
Contohnya adalah gerakan seseorang menyamaratakan shaf, atau karena melihat ada celah pada shaf di depan-nya lantas dia melangkah ke depan untuk mengisinya. Demikian pula gerakan seseorang menarik orang yang disampingnya untuk menutupi celah pada shaf, karena ada salah seorang makmum yang batal wudlu’nya sehingga berku-rang dan luang.

Ketentuan pada jenis gerakan ini, bahwa dengan gerakan tersebut, ter-jadilah amalan yang dianjurkan di dalam shalat untuk tujuan menyempurnakannya.

Dalil:
Ketika Ibn ‘Abbas Radhiallaahu anha melakukan shalat bersama Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam dan dia berada di sebelah kiri beliau, maka beliau Shallallaahu alaihi wa Salam langsung menarik kepala anak sepupu-nya tersebut dari arah belakang dan menggesernya, sehingga berada di sebelah kanan beliau. (Muttafaqun ‘alaih)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

4. Gerakan Yang Dibolehkan

Yaitu gerakan yang ringan karena ada keperluan atau gerakan yang banyak karena kondisi darurat.

Contoh Gerakan Yang Ringan Karena Ada Keperluan:
Tindakan Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam ketika shalat dalam keadaan menggendong Umamah, putri dari Zainab alias cucu beliau, yakni saat berdiri; beliau menggendongnya dan saat sujud, beliau meletakkannya lagi. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Contoh Gerakan Yang Banyak Karena Darurat:
Seperti yang dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya mengenai shalat Khauf:
“Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kau ketahui”.(QS.Al-Baqarah: 238- 239)
Dalam praktik shalat tersebut, seseorang sedang melakukan shalat sembari berjalan atau berkendaraan ketika dalam keadaan darurat .

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

5. Gerakan Yang Dimakruhkan

Yaitu gerakan selain yang disebutkan di atas alias gerakan yang sedikit tetapi tidak dibutuhkan dan tidak terkait dengan kesempurnaan shalat. Inilah hukum asal pada gerakan di dalam shalat yang dimaksud dalam pembahasan ini.

Contohnya adalah kebiasaan melihat ke arah jam tangan, membolak-balikkan kopiah, memegangi hidung terus padahal tidak gatal atau sedang pilek, mengelus-elus jenggot dan sebagainya.
Beberapa Permasalahan Terkait

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

6. Jumlah Gerakan yang Membatalkan Shalat

Tidak terdapat jumlah tertentu yang dapat dijadikan sebagai patokan, sehingga bila melewati jumlah tersebut, shalat menjadi batal. Yang jelas, patokannya adalah seberapa jauh gerakan itu mempengaruhi shalat; bila ia menafikan gerakan shalat, seperti bila sese-orang terlihat seakan bukan dalam kondisi shalat, maka ini membatalkannya.

Oleh karena itu, para ulama memberikan batasannya sesuai dengan standar adat atau tradisi yang berlaku. Mereka berkata, “Sesungguhnya, bila gerakan-gerakan tersebut banyak dan berturut-turut, maka ia membatalkan shalat”. Dalam hal ini, tanpa menyebutkan jumlah tertentu.

Sehingga batasan dengan tiga kali gerakan saja yang diberikan oleh sebagian ulama perlu diperkuat dengan dalil sehingga dapat dijadikan hujjah sebab siapa saja yang telah membatasi sesuatu dengan jumlah tertentu, tata cara tertentu, dia perlu memperkuatnya dengan dalil.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

7. Menjawab Salam Ketika Sedang Shalat.

Orang yang sedang shalat tidak boleh menjawab salam dengan kata-kata. Andaikata dia melakukan hal itu, shalatnya menjadi batal, sebab menjawab dengan kata-kata termasuk kategori ‘Kalam an-Nas’ (pembicaraan manusia).

Dalam hal ini, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda,
Sesungguhnya sesuatu yang berupa pembicaraan manusia tidak pantas dilakukan di dalam shalat. Yang pantas, hanyalah takbir, tasbih dan bacaan al-Qur’an”. (HR.Muslim)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Hadits diatas merupakan penggalan dari hadits yang panjang mengenai kisah seorang shahabat yang bernama Mu’awiyah bin al-Hakam yang ketika dia datang ke masjid, Nabi bersama para shahabatnya sedang shalat. Ketika itu, ada seorang yang bersin, lalu dia mengu-capkan, “alhamdulillah”. Lantas Mu’awi-yah menimpali “Yarhamukallah”. Namun orang-orang di sekitarnya seakan meme-lototinya. Dia kemudian bergumam, “Aduh, celaka!” Akhirnya orang-orang memukuli paha-paha mereka sebagai isyarat supaya diam. Lalu diamlah dia. Seusai shalat, Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam memanggilnya, lalu bersabda sebagaimana di atas.

Dalam hal ini, yang boleh dilakukan oleh orang yang diberi salam saat sedang shalat, adalah hanya menjawab dengan isyarat, seperti mengangkat tangannya sebagai tanda, bahwa ia menjawab salamnya.

Hadits tersebut merupakan dalil tidak dibolehkannya seseorang yang sedang shalat mengucapkan sesuatu apa pun baik terkait dengan adanya keperluan tertentu dalam shalat itu sendiri atau pun tidak.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

II. Masalah Sutrah

Pengertian

Secara bahasa, kata ‘Sutrah’ berasal dari kata kerja ‘Satara Yasturu’ yang artinya menutup.
Dan yang dimaksud dengan ‘sutrah’ dalam pembahasan ini adalah batas kiblat seorang yang sedang shalat, sehingga mencegah berlalu-lalangnya orang lain di hadapannya dan menghalangi pandangannya dari melihat sesuatu yang berada di belakang sutrah tersebut.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Hukumnya

Sutrah di dalam shalat, hukumnya sunnah mu’akkadah bagi Imam. Sedangkan bagi makmum, tidak disunnahkan karena sudah terwakili oleh sutrah Imam.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Ukurannya

Seukuran Kayu Pelana Kuda
Hal ini berdasarkan hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam
Dari ‘Aisyah, dia berkata, “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ditanyai perihal sutrah seorang yang sedang shalat, lalu beliau bersabda, “Seperti kayu pelana kuda”. (HR.Muslim)
Ini adalah ukuran maksimal menurut para ulama.

Seukuran anak panah
Hal ini berdasarkan hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam,
“Bila salah seorang di antara kalian shalat, maka hendaklah dia mengambil penutup (pembatas) meskipun dengan sebuah anak panah”. (HR. Ibn Khuzai-mah dan Ahmad)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Seukuran Satu Garis
Hal ini berdasarkan hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam :
“Barangsiapa yang belum mendapatkan (sutrah ), maka hendaklah dia menggaris satu garisan”. (HR. Abu Dawud dengan sanad hasan).

Mengenai hadits ini, al-Hafizh Ibn Hajar berkomentar di dalam kitab ‘Bulugh al-Maram, “Tidak benar klaim orang yang menganggap hadits ini ‘Muththarib’. Tidak terdapat ‘illat (penya-kit) pada hadits ini, sehingga harus ditolak”.
Dan disebutkannya garis di dalam hadits tersebut, karena ketika itu lantai masjid masih berupa tanah pasir.
Wallahu a’lam. (Abu Hafshah)

(Diringkas dan diedit dari Majmu’ Fatawa Wa Rasa’il Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimîn, Jld. XIII, Hal. 305-317)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Artikel Buletin An-Nur :

Shalat-Shalat Sunnah
Rabu, 07 April 04

Allah Subhannahu wa Ta’ala telah mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Tidak diragukan lagi, bahwa shalat yang lima waktu ini merupakan tiang agama Islam dan salah satu dari rukun-rukunnya. Di samping shalat fardhu, terdapat pula beberapa jenis shalat yang sifatnya tathawwu’ (sukarela), di dalam makna bukan merupakan kewajiban yang mutlak. Seluruh shalat yang disyariat-kan di dalam Islam selain yang lima waktu dan sifatnya merupakan tamba-han, maka ia disebut sebagai shalat tathawwu’.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Diriwayatkan, bahwa suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan bertanya tentang Islam, maka dijawab oleh beliau, “Lima shalat dalam sehari semalam”. Berkata laki-laki tersebut, “Adakah kewajiban (shalat) yang lain atasku? Nabi menjawab, “Tidak ada, kecuali atas kemauanmu sendiri (tathawwu’).” (HR. Al-Bukhari)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

1. Macam-Macam Shalat Tathawwu’.

Shalat Sunnah Rawatib

Yang dimaksud dengan shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dianjurkan atau dilakukan sendiri oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam yang beriringan dengan shalat lima waktu, baik sebelum atau sesudahnya. Dalil yang mengisyarat-kan hal itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Tiadalah seorang hamba melakukan shalat karena Allah setiap harinya dua belas raka’at atas kemauan sendiri dan bukan karena wajib, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di Surga.”

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Rincian dari Sunnah Rawatib ini adalah sebagai berikut:

Dua raka’at sebelum fajar (Subuh).

Empat raka’at sebelum Zhuhur dan dua atau empat raka’at setelahnya.

Empat raka’at sebelum Ashar.

Dua Raka’at sebelum Maghrib dan dua setelahnya.

Dua Raka’at sebelum Isya’ dan dua setelahnya.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Malam serta Shalat Witir

Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan-bulan Allah yang haram, dan shalat paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Dalam hadits lain dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu beliau juga bersabda, “Jadikanlah akhir shalatmu di waktu malam adalah ganjil (witir).” (Muttafaq ‘alaih)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata, “Rasulullah biasa melakukan shalat antara selesai Isya’ hingga fajar sebanyak sebelas rakaat, beliau bersalam setiap dua raka’at dan berwitir satu kali.” (HR. Muslim)

Temasuk dalam kategori shalat malam adalah shalat tarawih di bulan Ramadhan yang dianjurkan agar dilakukan secara berjama’ah karena keutamaannya sangat besar.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Dhuha/Isyraq

Jumlah raka’at yang dianjurkan adalah dua, empat, enam, delapan atau dua belas raka’at, kesemuanya memiliki dasar dari hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam.
Dari Abu Darda’ Radhiallaahu anhu ia berkata, bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , ”Berpagi-pagi setiap persendian salah seorang dari kalian harus bersedekah, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf sedekah dan nahi mungkar sedekah. Sepadan dengan itu semua dua raka’at yang dilakukan pada waktu dhuha.” (HR. Muslim)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Sunnah Wudhu

‘Imran bekas budak Utsman Radhiallaahu anhu menceritakan, bahwa ia pernah melihat Utsman bin Afan minta air lalu berwudhu dengannya. Selesai wudhu ia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, “Barang siapa berwudhu (seperti wudhuku ini) lalu shalat dua raka’at dan tidak berbicara terhadap diri sendiri, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Al-Bukhari-Muslim)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Tahiyatul Masjid

Dianjurkan kepada setiap muslim untuk melakukan shalat dua raka’at ketika masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya.
Diriwayatkan dari Abu Qatadah as-Sulami Radhiallaahu anhu ia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah rukuk dua kali rukuk (shalat dua rakaat) sebelum duduk.”(HR. al-Bukhari-Muslim)

Dalam riwayat al-Bukhari disebutkan, “Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sehingga shalat dua raka’at.”
Shalat antara Adzan dan Iqamah
Dari Abdullah bin Mughaffal berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Di antara dua adzan ada shalat, di antara dua adzan ada shalat, pada kali ke tiga beliau mengatakan, bagi siapa yang menghendaki.” (HR . Syaikhani)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Taubat

Dari Ali bin Abi Thalib Shallallaahu alaihi wa Salam ia berkata, ”Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan dosa kemudian ia bersuci (berwudhu) dan shalat lalu minta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya itu, beliau lalu membacakan firman Allah (QS. Ali Imran 135). (HR. at-Tirmidzi,
Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Sebelum Jum’at

Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam beliau bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian mendatangi Jum’at, lalu shalat semampu yang ia lakukan, kemudian diam hingga imam selesai dari khutbahnya dan shalat bersamanya, maka diampuni dosa antara Jum’at sebelumnya ditambah lagi tiga hari.” (HR. Muslim)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Ba’diyah Jum’at

Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata, Rasululllah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, ”Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai Shalat Jum’at, maka hendaklah shalat empat rakaat sesudahnya” (HR Muslim)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Datang dari Safar

Dari Ka’ab bin Malik ia berkata, ”Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam apabila datang dari safar yang pertama dituju adalah masjid, lalu shalat di sana dua rakaat, kemudian duduk bersama orang- orang.”

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Istikharah

Dari Jabir bin Abdullah Radhiallaahu anhu ia berkata, alah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengajarkan kepada kami istikharah (minta pilihan) dalam beberapa masalah, sebagaimana mengajarkan satu surat dari al-Qur’an.Beliau bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian ragu-ragu akan suatu urusan, maka shalatlah dua raka’at, bukan wajib lalu mengucapkan, “Allahumma inni astkhiruka…dst. (HR. Al-Bukhari)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Gerhana

Hukumnya sunnah muakkadah berdasarkan hadits Aisyah Radhiallaahu anha, dan disebutkan, bahwa shalat yang dilakukan adalah panjang, baik dalam berdiri, rukuk maupun sujud. Nabi dan para shahabat melakukan shalat ini sebanyak dua rakaat, dilakukan di masjid dengan tanpa adzan dan iqamah.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Idain

Disebutkan, bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam tidak pernah meninggalkannya, dan beliau menyuruh orang-orang untuk ke luar menuju mushalla (tanah lapang).
Diriwayatkan dari Ummu Athiyah ia berkata, “Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam memerintahkan kami agar ke luar pada dua hari raya, juga kepada para gadis dan anak-anak yang mendekati usia baligh. Beliau memerintahkan agar wanita yang sedang haid menjauhi tempat shalat-nya kaum muslimin.” (HR. Syaikhani)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Istisqa’

Yaitu shalat minta hujan dan disyariatkan ketika lama tidak turun hujan sehingga mengalami kekeringan.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ke luar dengan berpakaian sederhana, penuh tawadhu’ dan kerendahan. Sehingga tatkala sampai di mushalla, beliau naik ke atas mimbar, namun tidak berkhutbah sebagaimana khutbah kalian ini. Beliau terus menerus berdo’a, merendah kepada Allah, bertakbir kemudian shalat dua raka’at seperti shalat ketika Ied. (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan di hasankan oleh al-Albani)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Jenazah

Menyalatkan jenazah seorang muslim hukumnya fardhu kifayah, apabila sebagian sudah ada yang melaksanakan, maka yang lain gugur kewajibannya. Shalat jenazah memiliki keutamaan yang amat besar sebagai-mana disebutkan dalam banyak hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam .

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

BEBERAPA MASALAH BERKAITAN DENGAN SHALAT SUNNAH

Shalat Sunnah Lebih Utama Dilakukan di Rumah.
Terkecuali dalam shalat-shalat yang secara khusus telah dijelaskan dengan dalil yang lebih rinci. Hal ini berda-sarkan keumuman hadits dari Zaid bin Tsabit Radhiallaahu anh, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Shalatlah kalian wahai manusia di dalam rumah kalian, karena sesung-guhnya shalat yang paling utama adalah shalatnya seseorang di dalam rumah-nya, kecuali shalat maktubah.” (HR. Syaikhoni)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Rutin Menunaikan Shalat Tathawwu’ lebih Utama Meskipun Sedikit.
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Wahai manusia hendaknya kalian beramal sesuai dengan kemampuan, karena sesungguhnya Allah itu tidak akan bosan, sehingga kalian sendiri yang bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan terus menerus meskipun sedikit.” (Muttafaq ‘alaih).

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Duduk dalam Shalat Sunnah
Dari Imran bin Hushain ia bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam tentang sese- orang yang shalat dalam keadaan duduk, maka beliau menjawab, “Jika ia shalat dengan berdiri, maka itu lebih utama, barang siapa yang shalat dengan duduk, maka ia mendapat separuh pahala orang yang berdiri dan barang siapa yang shalat dengan berbaring, maka ia mendapat pahala separuh orang yang duduk.”(HR. Al-Bukhari)
Berkata at-Tirmidzi, “Menurut sebagian ulama yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah shalat sunnah.”

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Sunnah di atas Kendaraan
Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu ia berkata, “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melakukan shalat di atas kendaraan ke manapun beliau menghadap, beliau juga berwitir di atasnya. Hanya saja ia tidak melakukan hal itu dalam shalat wajib (maktubah.”

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Sunnah ketika Safar
Tidak ada petunjuk dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam tentang shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib ketika dalam kondisi safar kecuali qabliyah Subuh. Yang biasa beliau lakukan adalah shalat sunnah muthlaq.
Dari Amir bin Rubaiah ia berkata, “Aku melihat Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam di atas onta melakukan shalat dengan isyarat kepalanya. Beliau menghadap ke arah mana saja (tidak harus mengarah kiblat, red). Tidak pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melakukan yang demikian di dalam shalat wajib.” (Muttafaq ‘alaih)

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat Sunnah dengan Berjama’ah
Diperbolehkan shalat sunnah dengan berjama’ah, akan tetapi tidak boleh menyengaja secara terus mene-rus. Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menceritakan, bahwa neneknya -Malikah-, pernah mengundang Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam untuk makan di rumahnya. Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam memenuhi undangan tersebut, dan seusai makan beliau bersabda, “Berdirilah kalian semua, aku akan shalat untuk kalian.”

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

Shalat yang Utama adalah yang Panjang Bacaannya.
Dari Jabirzia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat yang paling utama adalah yang panjang berdirinya (baca-annya, red).” (HR. Muslim)
Sumber : Buletin, “Ashshalawatu ghairul mafrudhah.” Abdullah al-Qarni.

===========================
cerita dewasa – kumpulan cerita-cerita dewasa – koleksi kisah dewasa – kisah-kisah dewasa dewasa (not here)
===========================

http://www.alsofwah.or.id

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: