kumpulan cerita motivasi – kisah motivasi hidup – cerita-cerita motivasi hidup – kisah-kisah motivasi hidup

kumpulan cerita motivasi – kisah motivasi hidup – cerita-cerita motivasi hidup – kisah-kisah motivasi hidup
————————————–

Meninggalkan Dusta Diterima Kerja

Ada seorang pria berkebangsaan Eropa yang telah memeluk Islam. Dia adalah seorang muslim yang baik Islamnya, jujur dalam tindakannya dan bersemangat untuk menampakkan keIslamannya. Dia bangga dengan Islamnya di hadapan orang-orang kafir. Tidak ada perasaan minder, malu atau perasaan ragu. Bahkan, tanpa ada kesempatan terlewatkan dia selalu bersemangat untuk menampakkan keIslaman itu.

Suatu saat dia bercerita bahwa ada sebuah iklan lowongan kerja di sebuah instansi pemerintah yang kafir. Pria muslim yang bangga dengan Islamnya ini mengajukan lamaran untuk mendapat pekerjaan tersebut. Tentunya dia harus menjalani test wawancara. Selain dia banyak juga orang-orang yang ikut test ini. Saat tiba gilirannya untuk test wawancara, panitia khusus instansi ini mengajukan kepadanya beberapa pertanyaan.

Di antara pertanyaan itu adalah, ‘Apakah Anda minum-minuman keras?’, dia jawab, ‘Tidak, saya tidak mengkonsumsi minuman keras karena saya orang Islam dan agama saya melarangnya’. Mereka bertanya lagi, ‘Apakah Anda memiliki teman kencan dan pacar?’, dia jawab, ‘Tidak, karena agama Islam yang saya peluk ini telah mengharamkannya. Saya hanya berhubungan dengan isteri yang telah saya nikahi sesuai dengan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala’.

Wawancara telah usai. Dia keluar dari ruang test, tetapi dia pesimis akan berhasil dalam persaingan ini. Ternyata di luar dugaan hasil akhir menyebutkan, semua pelamar yang jumlahnya banyak itu gagal, hanya dialah satu-satunya yang berhasil diterima. Kemudian dia pergi menemui ketua panitia test itu dan mengatakan, ‘Tadinya, saya menunggu pernyataan tidak diterima untuk pekerjaan ini, sebagai balasan atas perbedaan agama antara saya dan Anda, juga karena saya memeluk Islam. Saya terkejut bisa diterima untuk bergabung dengan rekan-rekan kristen di sini. Apa rahasia di balik itu?’.

Ketua panitia menjawab, ‘Sebenarnya orang yang dicalonkan untuk pekerjaan ini, syaratnya harus orang yang selalu cekatan dan perhatian penuh dalam setiap keadaan, juga tidak teler. Sementara, orang yang mengkonsumi minuman keras tidak mungkin bisa demikian. Kami memang mencari orang yang tidak mengkonsumsi minuman keras, dan Anda terpilih untuk pekerjaan ini karena Anda memenuhi syarat’. Maka keluarlah dia dari ruangan seraya memuji dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan untuknya nikmat yang begitu besar sambil membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah jadikan untuknya jalan keluar.” (Ath-Thalaq: 2)

—————————————–
kumpulan cerita motivasi – kisah motivasi hidup – cerita-cerita motivasi hidup – kisah-kisah motivasi hidup
—————————————-

Tinggalkan Sifat Dengki Meraih Surga

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata:
“Saat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, ‘Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni Surga’. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari kaum Anshar yang datang sementara bekas air wudhu masih mengalir di jenggotnya, sedang tangan kirinya memegang terompah. Keesokan harinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan seperti perkataannya yang kemarin.

Lalu muncullah laki-laki itu lagi persis seperti kedatangannya perta-ma kali. Di hari ketiga Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya lagi dan datanglah laki-laki itu lagi seperti kedatangannya pertama kali. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beranjak, Abdullah bin Amr bin Ash membuntuti laki-laki tadi sampai ke rumahnya. Lalu Abdullah berkata, ‘Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak mendatanginya selama tiga hari. Bila kau setuju, aku mau tinggal bersamamu sampai tiga hari.’ Dia menjawab, ‘Ya, boleh.’”

Anas berkata: “Abdullah menceritakan bahwa dia telah menginap di tempat laki-laki itu selama tiga hari. Dia lihat orang itu sama sekali tidak bangun malam (tahajjud). Hanya saja, setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas ranjangnya, dia selalu membaca dzikir dan takbir sampai dia bangun untuk melaksanakan shalat subuh. Selain itu -kata Abdullah-, ‘aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik.

Setelah tiga malam berlalu dan hampir saja aku menyepelekan amalnya, aku terusik untuk bertanya, ‘Wahai hamba Allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran dan tak saling menyapa antara aku dengan ayahku, aku hanya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang dirimu tiga kali, bahwa akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni Surga dan sebanyak tiga kali itu kaulah yang datang.

Maka aku pun ingin bersamamu agar aku bisa melihat apakah amalanmu itu dan nanti akan aku tiru. Tetapi ternyata kau tidak terlalu banyak beramal. Apakah sebenarnya yang membuatmu bisa mencapai apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?’. Maka dia menjawab, ‘Aku tidak mempunyai amalan kecuali yang telah kau lihat sendiri’. Ketika aku hendak berpaling pergi, dia memanggilku, lalu berkata, ‘Benar amalanku hanya yang kau lihat sendiri, hanya saja aku tidak mendapatkan pada diriku sifat curang terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Aku juga tidak iri pada seseorang atas karunia yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya’. Maka Abdullah bin Amr berkata, ‘Inilah amalan yang telah menyampaikanmu pada derajat tinggi dan inilah yang berat untuk kami lakukan.’”

—————————————–
kumpulan cerita motivasi – kisah motivasi hidup – cerita-cerita motivasi hidup – kisah-kisah motivasi hidup
—————————————-

Masuk Surga Setelah Meninggalkan Kekufuran Padahal Belum Pernah Sujud Kepada Allah

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah berkata:”Tahukah kalian siapakah orang yang masuk Surga tetapi tidakpernah shalat walaupun sekali?” Kemudian dia sendiri yang menjawab: “Dia adalah Amr bin Tsabit”. Ibnu Ishaq berkata bahwa Hushain bin Muhammad pernah berkata: “Aku bertanya kepada Mahmud bin Labid,’Bagaimana kisah Amr bin Tsabit itu?’, ia menjawab,’Dulunya, Amr bin Tsabit itu menolak agama Islam. Akan tetapi, saat terjadi perang Uhud dia menjadi simpatik kepada Islam. Kemudian dia mengambil pedangnya dan bergabung dengan kaum muslimin.

Saat perang sedang berkecamuk dia masuk ke kancah peperangan sampai akhirnyadia terluka. Ketika ditemukan oleh orang-orang yang sekabilah dengannya, mereka bertanya,’Apa yang membuatmu datang ke mari? Apakah karena kasihan pada kaum kabilahmu, ataukah karena kau ingin masuk Islam?’ Dia jawab,’Ya, karena aku ingin masuk agama Islam, aku telah berjihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga aku terluka begini’. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi ura sallam bersabda,’Sungguh dia adalah ahli Surga.”‘ Dalam riwayat lain disebutkan: Kemudian dia meninggal -karena lukanya- maka dia masuk surga dan tidak pernah melaksanakan shalat sekalipun ( Fathul Bari Syarh Shahihul Bukhari (6/25) Kitab Al-jihad. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Sanad hadits ini shahih) .

Kisah tersebut juga diriwayatkan dengan redaksi lain Az-Zuhri dan Urwah berkata: “Ada seorang budak hitam dari Habasyah yang tinggal di daerah Khaibar, saat itu dia sedang menggembalakan kambing milik tuannya. Ketika dia melihat penduduk Khaibar telah memegang senjata perang mereka, dia bertanya,’Mau apa kalian?’, mereka menjawab,’Kami akan memerangi orang laki-laki yang mengaku nabi itu.’ Saat mendengar kata “Nabi” disebut dia langsung pergi dengan kambingnya menghadap kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian bertanya pada beliau,’Kepada apa Anda mengajak orang?’ Nabi menjawab,’Aku akan mengajakmu kepada Islam kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku ini adalah utusar Allah, dan aku juga mengajak agar kau tidak menyembah kecuali kepada Allah’.

Kemudian si budak tadi berkata ‘Apa yang bisa aku dapatkan bila aku mengikrarkan persaksian tadi dan beriman kepada Allah?’. Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,’Kau akan mendapatkan Surga bila mati atas hal itu.’ Lalu dia masuk Islam dan berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,’Hai Nabi Allah, kambing-kambing ini adalah amanat yang ada padaku.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan, ‘Keluarkan kambing-kambing itu dari laskar kami dan lemparilah dengan batu kerikil niscaya Allah akar membantumu memberikan amanat itu pada yang punya. Lalu dia kerjakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ternyata kambing-kambing itu kembali pulang kepada pemiliknya, hingga tuannya yang Yahudi itu tahu bahwa budaknya telah masuk Islam. Setelah itu beliau memberikan nasihat-nasihat kepada kaum muslimin.”

Dalam riwayat ini juga disebutkan bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sdllam memberikan bendera komando kepada Ali radhiallahu ‘anhu Dan di bawah kepemimpinan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu budak hitam itu meninggal. Kaum muslimin yang ada saat itu menggotongnya ke tempat berkumpulnya pasukan Islam, kemudian memasukkannya ke dalam kemah. Mereka berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menengok ke dalam kemah lalu berkata kepada para sahabat: “Sungguh, Allah telah memuliakan budak ini dan menggiringnya menuju kebaikan.

Agama Islam telah benar-benar berada dalam hatinya. Sungguh, aku telah melihat di sisi kepalanya dua bidadari yang cantik.” Al-Hafizh Al-Baihaqi meriwayatkan kisah ini dengan sanadnya dari Jabir bin Abdillah, dia berkata: “Suatu saat kami pernah bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di perang Khaibar. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimkan pasukannya lain datanglah seseorang dengan kambing-kambing yang sedang digembalakannya” Untuk selanjutnya riwayat ini sama dengan kisah budak hitam di atas.

Dalam riwayat tersebut dikatakan bahwa orang tersebut akhirnya ter bunuh dalam keadaan syahid, sementara dia tidak pernah bersujud kepada Allah Szlbhanahu wa Ta’ala sekalipun!”

—————————————–
kumpulan cerita motivasi – kisah motivasi hidup – cerita-cerita motivasi hidup – kisah-kisah motivasi hidup
—————————————-

Memberi Satu Dirham Lalu Allah Memberinya Seratus Dua Puluh Ribu Dirham

Dari Al-Fudhail bin ‘Iyadh ia berkata, seorang laki-laki menceritakan kepadaku: “Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya. Ia lalu bertanya, ‘Ada apa?’ Orang pun memberitahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Maka, ia berikan uang satu dirham kepada keduanya, dan ia pun tak memiliki sesuatu.

Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang isteri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, ‘Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?’ Ia pun mengiakan. Ikan itu pun dibawanya pulang. Kepada isterinya ia berkata, ‘Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar!’ Maka sang isteri segera mengurus ikan tersebut. Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.

Wanita itu pun berkata gembira, ‘Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil daripada telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara’.

Suaminya berkata, ‘Perlihatkanlah kepadaku!’ Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. Ia lalu berkata kepada isterinya, ‘Saya kira ini adalah mutiara!’ Sang isteri menyahut, ‘Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?’ ‘Tidak, tetapi aku mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini’, jawab suaminya. Ia lalu mengambil mutiara itu. Ia segera pergi ke tempat para penjual mutiara.

Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara. Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menjawab salamnya. Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan sesuatu sebesar telur burung dara. ‘Tahukah Anda, berapa nilai ini?’, ia bertanya. Kawannya mem-perhatikan barang itu begitu lama, baru kemudian ia berkata, ‘Aku menghargainya 40 ribu. Jika Anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga kepadamu. Tapi jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, dia akan memberimu harga lebih tinggi dariku’.

Maka ia pun pergi kepadanya. Orang itu memperhatikan barang tersebut dan mengakui keelokannya. Ia kemudian berkata, ‘Aku hargai barang itu 80 ribu. Jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, saya kira dia akan memberi harga lebih tinggi dariku’.

Segera ia bergegas menuju kepadanya. Orang itu berkata, ‘Aku hargai barang itu 120 ribu. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani menambah sedikit pun dari harga itu!’ ‘Ya’, ia pun setuju. Lalu harta itu ditimbangnya. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan. Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata, ‘Saya punya kisah, karena itu masuklah!’ Orang itu pun masuk. Ia berkata, ‘Ambillah separuh dari hartaku ini. Maka, orang fakir itu mengambil enam kantung uang dan dibawanya. Setelah agak menjauh, ia kembali lagi seraya berkata, ‘Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir, tetapi Allah Ta’ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti satu dirhammu dengan 20 qirath. Dan ini yang diberikanNya kepadamu adalah baru satu qirath daripadanya, dan Dia menyimpan untukmu 19 qirath yang lain.

—————————————–
kumpulan cerita motivasi – kisah motivasi hidup – cerita-cerita motivasi hidup – kisah-kisah motivasi hidup
—————————————-

Ia Tinggalkan Nyayian Maka Allah Menggantikannya dengan Hidayah dan Iman

Negara-negara kafir pada umumnya, baik Barat maupun Timur hidup dalam kesengsaraan. Ya, demi Allah, itulah kenyataan mereka. Sebab hati yang merupakan raja anggota badan adalah asal-muasal kebahagiaan dan kenikmatan serta siksa dan kesengsaraan.

Jangan terkecoh dengan kenikmatan mereka. Memang, jasad mereka berada di Surga, tetapi hati mereka di Neraka. Inilah kenyataan yang ada!
Karena itu, orang kafir selalu hidup dalam kesempitan dan kesusahan. Allah berfirman:
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnya baginya adalah kehidupan yang sempit dan Kami kumpulkan mereka pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
Wahai hamba Allah, tahukah kamu apakah kesempitan hidup itu? Ia adalah siksaan dalam hati berupa kesedihan, kesesakan dan berakhir dengan bunuh diri.

Ketika negara Skandinavia melihat begitu banyak pen-duduk negaranya yang bunuh diri, justeru mereka berkata, ‘Kita siapkan untuk mereka tempat bunuh diri sehingga kita bisa memanfaatkan darah mereka untuk orang-orang sakit dan kecelakaan’.

Dan berikut ini, wahai saudaraku muslim tercinta ada-lah kisah seorang pemuda yang meninggalkan pesona, godaan dan hiruk-pikuk dunia kemudian hanya meng-hadapkan diri kepada Allah, maka ia pun mendapatkan kelapangan dan keleluasaan.

Dahulunya, ia seorang pecinta nyanyian dan segala hal yang biasa menyertainya seperti minum minuman keras, disco, musik dan kemaksiatan serta dosa lainnya.

Ia adalah orang yang hatinya telah dimasuki iman, maka ia mendapati kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian. Dengan iman pula, ia mendapatkan ketinggian dan kemu-liaan, kebaikan, keshalihan dan keberuntungan.

Ia adalah kisah seorang selebriti Inggris yang amat ter-kenal di kolong langit ini. Ia adalah Cat Stevens yang kemu-dian berganti nama menjadi Yusuf Islam.

Ia bertutur sendiri tentang dirinya. Dan alangkah indah sesuatu yang murni keluar dari jiwa yang jujur. Cat Stevens berkisah.

“Aku dilahirkan di London, jantung dunia Barat. Aku dilahirkan di era televisi dan angkasa luar. Aku dilahirkan di era teknologi mencapai puncaknya di negara yang terke-nal dengan peradabannya, negara Inggris.

Aku tumbuh dalam masyarakat tersebut dan aku belajar di Sekolah Katholik yang mengajarkanku tentang agama Nashrani sebagai jalan hidup dan kepercayaan. Dari sini pula aku mengetahui apa yang harus kuketahui tentang Allah, Al-Masih ‘alaihis salam dan taqdir, yang baik maupun yang buruk.
Mereka banyak memberitahuku tentang Allah, sedikit tentang Al-Masih dan lebih sedikit lagi tentang Ruhul Qudus (Jibril).

Kehidupan di sekelilingku adalah kehidupan materi. Paham materialis gencar diserukan dariberbagai media informasi. Mereka mengajarkan, kekayaan adalah kekayaan harta benda yang sesungguhnya dan kefakiran adalah ketiadaan harta benda secara hakiki. Amerika adalah contoh negara kaya dan Negara-negara Ketiga adalah contoh kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan kepapaan.

Karena itu, aku harus memilih dan meniti jalan kekayaan. Supaya aku bisa hidup bahagia. Supaya aku mendapatkan kenikmatan hidup. Karena itu, aku membangun falsafah hidup bahwa dunia tidaklah ada kaitannya dengan agama. Falsafah inilah yang aku jalani, agar aku mendapatkan kebahagiaan jiwa.

Lalu aku mulai melihat kepada sarana untuk meraih kesuksesan. Dan cara yang paling mudah -menurutku- adalah dengan membeli gitar, mengarang lagu dan me-nyanyikannya sendiri. Aku lalu tampil di hadapan mereka. Inilah yang benar-benar aku lakukan dengan membawa nama Cat Stevens. Dan tidak berapa lama, yakni ketika aku berusia 18 tahun aku telah menyelesaikan rekaman dalam delapan kaset. Setelah itu banyak sekali tawaran. Dan aku pun bisa mengumpulkan uang yang banyak. Di samping itu, pamorku pun mencapai puncak.

Ketika aku berada di puncak ketenaran, aku melihat ke bawah. Aku takut jatuh! Aku dihantui kegelisahan. Akhirnya, aku mulai minum minuman keras satu botol setiap hari. Supaya memotivasi keberanianku untuk me-nyanyi. Aku merasa, orang-orang di sekelilingku berpura-pura puas. Padahal dari wajah mereka, tak seorang pun tampak puas, kepuasan yang sesungguhnya!

Semuanya harus munafiq, bahkan dalam jual beli dan mencari sesuap nasi, bahkan dalam hidup! Aku merasa, ini adalah sesat. Dari sini, aku mulai membenci kehidupanku sendiri. Aku menghindar dari orang banyak. Aku lalu jatuh sakit. Aku kemudian opname di rumah sakit karena sakit paru-paru. Ketika di rumah sakit, kondisiku lebih baik karena mengajakku berfikir.

Aku memiliki iman kepada Allah. Tetapi gereja belum mengenalkanku siapakah Tuhan itu dan aku tak mampu sampai pada hakikat Tuhan sebagaimana yang dibicarakan gereja! Pikiranku buntu. Maka aku memulai berfikir kepada jalan hidup yang baru. Aku memiliki buku-buku tentang aqidah dan masalah ketimuran. Aku mencari tentang Islam dan hakikatnya. Dan seperti ada perasaan, aku harus menuju pada titik tujuan tertentu, tetapi aku tidak tahu keberadaan dan pengertiannya.

Aku tidak puas berpangku tangan, duduk dengan pikiran kosong. Aku mulai berfikir dan mencari kebahagiaan yang tidak kudapatkan dalam kekayaan, ketenaran, puncak karir maupun di gereja. Maka aku mulai mengetuk pintu Budha dan Falsafah Cina. Aku pun mempelajarinya. Aku mengira, kebahagiaan adalah dengan mencari berita apa yang terjadi di hari esok, sehingga kita bisa menghindari keburukannya. Aku berubah menjadi penganut paham Qadariyah. Aku percaya dengan bintang-bintang, mencari berita apa yang akan terjadi. Tetapi semua itu ternyata keliru.

Aku lalu pindah kepada ajaran komunis. Aku mengira bahwa kebajikan adalah dengan membagi kekayaan alam ini kepada setiap manusia. Tetapi aku merasa bahwa ajaran komunis itu tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sebab ke-adilan adalah engkau mendapatkan sesuai apa yang telah engkau usahakan, dan ia tidak lari ke kantong orang lain.

Lalu aku berpaling pada obat-obat penenang. Agar aku memutuskan mata rantai berbagai pikiran dan kebimbang-an yang menyesakkan. Setelah itu aku mengetahui bahwa tidak ada aqidah yang bisa memberikan jawaban kepadaku. Yang bisa menjelaskan kepadaku hakikat yang sedang aku cari. Aku putus asa. Dan ketika itu, aku belum mengetahui tentang Islam sama sekali. Maka aku tetap pada keyakinan-ku semula, pada pemahamanku yang pertama, yang aku pelajari dari gereja. Aku menyimpulkan bahwa kepercaya-an-kepercayaan yang aku pelajari itu adalah keliru. Dan bahwa gereja sedikit lebih baik daripadanya. Aku kembali lagi kepada gereja. Aku kembali mengarang musik seperti semula. Dan aku merasa Kristen adalah agamaku.

Aku berusaha ikhlas demi agamaku. Aku berusaha mengarang lagu-lagu dengan baik. Aku berangkat dari pemikiran Barat yang bergantung pada ajaran-ajaran gereja. Yakni ajaran yang memberikan inspirasi kepada manusia bahwa dia akan sempurna seperti Tuhan jika dia melakukan pekerjaannya dengan baik serta ia mencintai dan ikhlas terhadap pekerjaannya.

Pada tahun 1975 terjadi suatu mu’jizat. Yakni ketika saudara kandungku tertua memberiku hadiah satu mushaf Al-Qur’an. Mushaf itu masih tetap bersamaku sampai aku mengunjungi Al-Quds di Palestina. Setelah kunjungan tersebut, aku mulai mempelajari Kitab yang dihadiahkan oleh saudaraku itu. Suatu Kitab yang aku tidak mengetahui apa isi di dalamnya, juga tak kuketahui apa yang dibicara-kannya. Lalu aku mencari terjemahan Al-Qur’anul Karim setelah aku mengunjungi Al-Quds. Pada pertama kalinya, melalui Al-Qur’an itu, aku berfikir tentang apa itu Islam. Sebab Islam menurut pandangan orang Barat adalah aga-ma yang fanatik dan sektarian. Dan umat Islam itu adalah sama saja. Mereka adalah orang-orang asing, baik bangsa Arab maupun Turki. Kedua orang tua saya adalah berdarah Yunani. Dan orang Yunani begitu bencinya kepada Turki Muslim. Karena itu, seyogyanya aku membenci Al-Qur’an, yang ia adalah agama dan pedoman orang-orang Turki se-bagai dendam warisan. Tetapi aku memandang, aku harus mempelajarinya (terjemahnya). Tidak mengapa aku menge-tahui isinya.

Sejak pertama, aku merasa bahwa Al-Qur’an dimulai dengan Bismillah (dengan nama Allah). Bukan dengan na-ma selain Allah. Dan ungkapan ‘Bismillahirrahmanirrahim’ (dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) begitu sangat berpengaruh dalam jiwaku. Lalu surat Al-Fatihah itu berlanjut dengan Fatihatul Kitab (Pembukaan Al-Qur’an), Alhamdulillahirabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam). Segala puji milik Allah Sang Pencipta sekalian alam, dan Tuhan segenap makhluk.

Sampai waktu itu, pemikiran saya tentang Tuhan begitu lemah tak berdaya. Mereka mengatakan kepadaku, ‘Se-sungguhnya Allah adalah Mahaesa, tetapi terbagi menjadi tiga dzat! Bagaimana? Saya tidak tahu!’
Dan mereka mengatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya Tuhan kita bukanlah Tuhannya orang Yahudi..!’

Adapun Al-Qur’anul Karim, maka ia mulai dengan ber-ibadah kepada Allah Yang Mahaesa, Tuhan segenap alam semesta. Al-Qur’an menegaskan keesaan Sang Pencipta. Dia tidak memiliki sekutu yang berbagi kekuasaan dengan-Nya. Dan ini adalah pemahaman baru bagiku. Sebelumnya, sebelum aku mengetahui Al-Qur’anul Karim, aku menge-tahui adanya pemahaman kesesuaian dan kekuatan yang mampu mengalahkan mu’jizat. Adapun sekarang, dengan pemahaman Islam, aku mengetahui bahwa hanya Allah semata yang mampu dan Mahakuasa atas segala sesuatu.

Hal itu masih dibarengi dengan keimanan terhadap hari akhir dan bahwa kehidupan akhir itu adalah abadi. Jadi, tidaklah manusia itu dari segumpal daging kemudian ber-ubah setiap hari hingga berakhir menjadi debu, sebagai-mana yang dikatakan oleh para ahli biologi. Sebaliknya, apa yang kita lakukan dalam kehidupan dunia ini sangat menentukan keadaan yang akan terjadi dalam kehidupan di hari akhir nanti. Al-Qur’anlah yang menyeruku kepada Islam. Maka aku pun memenuhi seruannya. Adapun gereja yang menghancurkanku dan membuatku lelah dan letih, maka dialah yang mengantarkanku kepada Al-Qur’an. Yakni ketika aku tak mampu menjawab berbagai pertanya-an jiwa dan kalbuku.

Di dalam Al-Qur’an, aku melihat sesuatu asing. Ia tidak serupa dengan kitab-kitab lain. Ia tidak mengandung beberapa bagian atau sifat-sifat yang ada dalam kitab-kitab agama yang telah kubaca. Di sampul Al-Qur’an, juga aku tidak mendapatkan nama pengarangnya. Karena itu, aku yakin betul dengan makna wahyu yang Allah wahyukan kepada nabi yang diutusNya. Kini, aku telah jelas betul tentang perbedaan antara Al-Qur’an dengan Injil yang di-tulis oleh tangan-tangan pengarang yang berbeda-beda sehingga melahirkan kisah-kisah yang berbeda pula.

Aku berusaha untuk mencari kesalahan di dalam Al-Qur’an, tetapi aku tidak menemukannya. Semua isi Al-Qur’an adalah sesuai dengan pemikiran keesaan Allah yang murni. Dari sini, aku mulai mengenal tentang apa itu Islam.

Al-Qur’an bukanlah satu-satunya risalah. Sebaliknya, di dalam Al-Qur’an didapatkan nama-nama semua nabi yang mereka itu dimuliakan Allah. Al-Qur’an tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Dan teori ini adalah sangat logis. Sebab jika Anda beriman kepada seorang nabi dan tidak kepada yang lain, berarti Anda telah menghancurkan adanya kesatuan risalah.

Dari sejak itu, aku memahami bagaimana berantainya risalah sejak awal penciptaan manusia. Dan bahwa manusia sepanjang sejarah selalu terdiri dari dua barisan; mukmin atau kafir.
Al-Qur’an telah menjawab semua hal yang kupertanya-kan. Dengan demikian aku merasa bahagia. Kebahagiaan mendapatkan kebenaran.

Aku mulai membaca Al-Qur’an semuanya, sepanjang satu tahun penuh. Aku mulai menerapkan pemahaman yang aku baca dari Al-Qur’an. Saat itu aku merasa bahwa akulah satu-satunya muslim di muka bumi ini.
Lalu aku berfikir bagaimana aku menjadi muslim yang sesungguhnya. Maka aku pergi ke masjid London dan aku mengumumkan keislamanku. Aku mengatakan, ‘Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa anna muhammadar rasuulullaah’ (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah).

Ketika itu, aku yakin bahwa Islam yang kupeluk adalah risalah yang berat, tidak suatu pekerjaan yang selesai dengan sekedar mengucapkan dua kalimah syahadat.

Aku telah dilahirkan kembali. Dan aku telah mengetahui ke mana aku berjalan bersama saudara-saudara muslimku yang lain dari hamba-hamba Allah. Sebelumnya, aku sama sekali tidak pernah menemui salah seorang mereka. Seandainya pun ada seorang muslim yang mene-muiku dan berusaha untuk mengajakku kepada Islam, tentu aku menolak ajakannya karena keadaan umat Islam yang diremehkan dan diolok-olok oleh media informasi barat. Bahkan media informasi Islam sendiri sering meng-olok-olok hakikat Islam. Mereka justeru sering mendukung berbagai kedustaan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam yang mereka itu tidak mampu memperbaiki bangsa mereka sendiri yang kini telah dihancurkan oleh penyakit-penyakit akhlak, sosial dan sebagainya.

Aku telah mempelajari Islam dari sumbernya yang utama, yaitu Al-Qur’anul Karim. Selanjutnya, aku mempelajari sejarah hidup (sirah) Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana beliau dengan perilaku dan sunnahnya mengajarkan Islam kepada umat Islam. Aku lalu mengetahui kekayaan yang agung dari kehidupan dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku sudah lupa musik. Aku bertanya kepada kawan-kawanku, ‘Apa aku mesti melanjut-kan karir musikku?’ Mereka menasihatiku agar aku ber-henti, sebab musik akan melalaikan dari mengingat Allah. Dan ini bahaya besar.

Aku menyaksikan pemuda-pemuda yang meninggalkan keluarga mereka dan hidup di tengah-tengah musik dan lagu. Ini adalah sesuatu yang tidak diridhai oleh Islam, yang menganjurkan dibangunnya generasi-generasi tangguh.

Itulah kisah seorang penyanyi Inggris terkenal, Cat Stevens (Yusuf Islam) yang menolak popularitas dan uang, karena ia menemukan apa yang ia cari sejak lama, yakni kebenaran dan petunjuk, sumber kebahagiaan abadi, di dunia maupun di akhirat. Karena itu, Allah menggantikannya dengan iman yang tidak ada sesuatu pun yang menan-dingi nilainya, demi Allah!

Hidup tanpa iman adalah Neraka Jahim yang tak tertahankan. Lalu, Allah juga menggantinya dengan kecintaan Allah kepadanya. Karena Allah mencintai orang-orang ber-iman, bertakwa dan yang berbuat baik. Maka Allah meng-gantinya dengan kecintaan makhluk yang ada di langit dan makhluk yang ada di bumi kepadanya. Allah menggan-tinya dengan nama harum di antara hamba-hamba Allah yang beriman, di Timur maupun di Barat.

http://www.alsofwah.or.id
—————————————–
kumpulan cerita motivasi – kisah motivasi hidup – cerita-cerita motivasi hidup – kisah-kisah motivasi hidup

About these ads

2 Responses

  1. [...] kumpulan cerita motivasi – kisah motivasi hidup – cerita-cerita motivasi hidup – kisah-kisah m… [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: